Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

Tuesday, January 3, 2012

Sumpah Iblis Untuk Menggoda Bani Adam


Sumpah Iblis Untuk Menggoda Bani Adam
Oleh : Al-Ustadz Qomar Suaidi

            "Iblis menjawab : "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." (Al-A'raf : 16-17)
Di dalam ayat ini Allah Ta'ala mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus sekuat tenaga dengan berbagai cara dan dari segala arah dengan berbagai taktik dan strategi.

BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH ?!!

Sudahkah anda...BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH ?!!

untuk lebih lengkapnya download aj filenya disini 

Ulama' yang justru menyesatkan ummat


Penulis : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari
Kategori : Aqidah
Ulama' yang justru menyesatkan ummat

"Aku heran dari (perbuatan) orang yang menjual kesesatan dengan petunjuk !

Dan aku lebih heran dari orang yang membeli dunia dengan Agama"

Itulah kurang lebih ungkapan dua bait syair yang menggambarkan tentang keberadaan dua golongan pengacau da'wah dan perusuh di kalangan umat.

Mereka tiada lain adalah para bandit-bandit da'wah, yang dzahirnya berbicara tentang agama tetapi kenyataannya justru jauh memalingkan umat dari agama, mereka tiada lain adalah para calo-calo da'wah yang senantiasa mengabaikan dan menjual prinsip-prinsip agama demi untuk menggapai kelezatan dunia.

Sungguh mereka adalah orang-orang yang telah dinyatakan dalam sabda Rasulullah saw, "Di malam hari saat aku isro', aku melihat suatu kaum di mana lidah-lidah mereka dipotong dengan guntingan dari api" - atau ia (Rasulullah) berkata, "dari besi. Aku bertanya siapa mereka wahai Jibril? Mereka adalah para khatib-khatib dari umatmu!" (H.R. Abu Ya'la dari sahabat Anas bin Malik radliyallahu 'anhuma).

Tidak Ada Persaudaraan antara Islam dengan Non Islam


Penulis : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Kategori : Aqidah
Tidak Ada Persaudaraan antara Islam dengan Non Islam

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi Muhammad yang tidak ada nabi setelahnya.

Telah terbit sebuah berita pada lembaran Ukadz No 3031 tanggal 27/8/1394 H,berkaitan dengan pelaksanaan sholat Jum'at di Masjid Qurthubah, disebutkan padanya bahwa perayaan tersebut dilakukan setelah mendapat persetujuan untuk membentuk jalinan persaudaraan dan kasih sayang antara anak-anak dua agama yaitu Islam dan Masehi (Nasrani) .

Sebagaimana pula disebutkan dalam lembaran Ahkbar ‘Alam Islamy no 395 yang terbit tanggal 29/8/1394 H, sebagai berikut "Tidak ragu lagi bahwa amalan ini merupakan wujud keluwesan Islam dan bahwa agama itu satu”, menunjukan bahwa tidak ada persaudaraan dan kecintaan antara Islam dan kafir, akan tetapi kecintaan dan persaudaraan itu hanya ada antara muslimin itu sendiri, dan juga tidak ada persatuan antara Agama Islam dan Nasrani.

Tentang Syirik Besar (Akbar)


Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Kategori : Aqidah
Tentang Syirik Besar (Akbar)
Soal 1: Apa dosa yang paling besar di sisi Allah?

Jawab:
Dosa yang paling besar adalah syirik kepada Allah, dengan dalil firman Allah:
"Wahai anakku janganlah kamu mempersekutukan (syirik) kepada Allah, sesungguhnya syirik itu merupakan kezaliman yang paling besar." (Luqman:13)

Dan ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya:
"Dosa apa yang paling besar? Beliau bersabda: Kamu menjadikan tandingan bagi Allah, sedang Dialah yang menciptakanmu. (HR.Bukhari-Muslim)

Soal 2: Apakah Syirik Akbar itu?

Tauhid Rahasia Kebahagiaan Dunia dan Akhirat


Penulis : Ustadz Abu Hamzah Yusuf
Kategori : Aqidah

Tauhid Rahasia Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Siapa yang tidak menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, kita semua tentu menginginkannya. Hanya yang perlu untuk kita pertanyakan bagaimana cara untuk meraih keduanya. Sementara, kita yakini bersama bahwa Islam adalah agama yang ajarannya universal (menyeluruh). Islam satu-satunya agama yang mendapatkan legitimasi (pengakuan) dari Sang Pemiliknya Jalla Sya'nuhu.

Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin. Tidak didapatkan satu ajaranpun dalam Islam yang merugikan para pemeluknya, tidak ditemukan satu prinsippun dalam Islam yang mencelakakan para penganutnya. Tetapi pada kenyataannya banyak kalangan yang hanya menitikberatkan perhatiannya pada dunia dan bagaimana cara untuk mendapatkannya.

Tauhid Mulkiyah/Hakimiyyah bukan dari Islam


Penulis : Author Salafy Edisi XXI/1418/1997
Kategori : Aqidah
Lagi : Tauhid Mulkiyah/Hakimiyyah bukan dari Islam

Penggunaan kata Hakimiyyah termasuk pembangun dakwah politik
(Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani)
------------------------------------------------------
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : "Wahai Syaikh kami -semoga
Allah memberkahimu- para ulama salaf -semoga rahmat Allah atas mereka-
menyebutkan bahwa tauhid ada tiga macam yaitu ; Uluhiyah, Rububiyah dan Asma
wa Sifat. Maka, apakah dibenarkan jika kita mengucapkan bahwa di sana
terdapat tauhid yang keempat yaitu 'Tauhid Hakimiyah' atau 'Tauhidul Hukum
?'

Sumpah Iblis Untuk Menggoda Bani Adam


Sumpah Iblis Untuk Menggoda Bani Adam
Oleh : Al-Ustadz Qomar Suaidi



            "Iblis menjawab : "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." (Al-A'raf : 16-17)
Di dalam ayat ini Allah Ta'ala mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus sekuat tenaga dengan berbagai cara dan dari segala arah dengan berbagai taktik dan strategi.

HAL- HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN


HAL- HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN
Penulis : Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz
Kategori : Aqidah
Sepuluh Hal Pembatal Keislaman kita

HAL- HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN

Segala puji bagi Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi yang terahir Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam), para keluarga dan para Sahabat beliau, serta kepada orang- orang yang setia mengikuti petunjuk beliau.

Selanjutnya : ketahuilah, wahai saudaraku kaum muslimin, bahwa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah mewajibkan kepada seluruh hamba – hambaNya untuk masuk ke dalam agama Islam dan berpegang teguh denganya serta berhati –hati untuk tidak menyimpang darinya.

Riya' lebih halus daripada rambatan semut


Penulis : Ibnu Qudamah (Al-Imam Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy) Kategori : Aqidah
Riya' lebih halus daripada rambatan semut

Ketahuilah bahwa kata riya' itu berasal dari kata ru'yah (melihat), sedangkan sum'ah (reputasi) berasal dari kata sami'a (mendengar). Orang yang riya' menginginkan agar orang-orang bisa melihat apa yang dilakukannya.

Riya' itu ada yang tampak dan ada pula yang tersembunyi. Riya' yang tampak ialah yang dibangkitkan amal dan yang dibawanya. Yang sedikit tersembunyi dari itu adalah riya' yang tidak dibangkitkan amal, tetapi amal yang sebenarnya ditujukan bagi Allah menjadi ringan, seperti orang yang biasa tahajud setiap malam dan merasa berat melakukannya, namun kemudian dia menjadi ringan mengerjakannya tatkala ada tamu di rumahnya.

Aqidah : Rambu - Rambu Ibadah kita


Penulis : Al Ustadz Qomar Suaidi, Lc
Kategori : Aqidah
Rambu - Rambu Ibadah kita

Kata ibadah tentu sangat akrab bagi kaum muslimin. Ibadah merupakan aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang muslim. Bahkan tujuan diciptakannya manusia dan jin oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya.

            Di tengah rutinitas menjalankan aktivitas ibadah, bisa jadi tidak semua muslim paham makna ibadah itu sendiri. Padahal, ketidakpahaman makna ibadah bisa mengakibatkan tertolaknya ibadah yang dilakukan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Al Ubudiyyah menerangkan, ibadah adalah nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bisa terdiri dari ucapan maupun perbuatan, baik nampak maupun tidak.

Qadla' dan Qadar Allah (IV) - Tingkatan : TINGKATAN QADHA’ DAN QADAR


Penulis : Syaikh Muhammad Shalih al `Utsaimin
Kategori : Aqidah
Qadla' dan Qadar Allah (IV) - Tingkatan


TINGKATAN QADHA’ DAN QADAR

Menurut Ahlussunnah Wal Jamaah, qadha’ dan qadar mempunyai empat tingkatan :

Pertama : Al-‘Ilm (pengetahuan)
Artinya mengimani dan meyakini bahwa Allah Ta’ala maha Tahu atas segala sesuatu. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, secara umum maupun terperinci, baik itu termasuk perbuatanNya sendiri atau perbuatan makhlukNya. Tak ada sesuatupun yang tersembunyi bagiNya.

Kedua : Al-kitabah (penulisan)
Artinya mengimani bahwa Allah Ta’ala telah menuliskan ketetapan segala sesuatu dalam Lauh Mahfuzh.
Kedua tingkatan ini sama-sama dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya:

ألم تعلم أن الله يعلم ما في السماء والأرض, إن ذلك في كتاب, إن ذلك على الله يسير
Artinya : “ Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”.(Al- Hajj:70)

Qadla' dan Qadar Allah (III) - Bantahannya


Penulis : Syaikh Muhammad Shalih al `Utsaimin
Kategori : Aqidah
Qadla' dan Qadar Allah (III) - Bantahannya

SANGGAHAN ATAS PENDAPAT PERTAMA

Pembaca yang budiman
Seandainya kita mengambil dan mengikuti pendapat golongan yang pertama, yaitu mereka yang ekstrim dalam menetapkan qadar, niscaya sia-sialah syari’at ini dari tujuan semula. Sebab bila dikatakan bahwa manusia tidak mempunyai kehendak dalam perbuatannya, berarti tidak perlu dipuji atas perbuatannya yang terpuji dan tidak perlu dicela atas perbuatannya yang tercela. Karena pada hakekatnya perbuatan tersebut dilakukan tanpa kehendak dan keinginan darinya.

Qadla' dan Qadar Allah (II) - Syubhatnya


Penulis : Syaikh Muhammad Shalih al `Utsaimin
Kategori : Aqidah
Qadla' dan Qadar Allah (II) - Syubhatnya

PENDAPAT – PENDAPAT TENTANG QADAR

Pembaca yang budiman.

Umat Islam dalam masalah qadar ini terpecah menjadi tiga golongan :

Pertama: mereka yang ekstrim dalam menetapkan qadar dan menolak adanya kehendak dan kemampuan makhluk. Mereka berpendapat bahwa manusia sama sekali tidak mempunyai kemampuan dan keinginan, dia hanya disetir dan tidak mempunyai pilihan, laksana pohon yang tertiup angin. Mereka tidak membedakan antara perbuatan manusia yang terjadi dengan kemauannya dan perbuatan yang terjadi tanpa kemauannya, tentu saja mereka ini keliru dan sesat, kerena sudah jelas menurut agama, akal dan adat kebiasaan bahwa manusia dapat membedakan antara perbuatan yang dikehendaki dan perbuatan yang terpaksa.

Qadla' dan Qadar Allah (I) - Pendahuluan


Penulis : Syaikh Muhammad Shalih al `Utsaimin
Kategori : Aqidah
Qadla' dan Qadar Allah (I) - Pendahuluan

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah mengutus hambaNya Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan membawa kebenaran, menyampaikan amanat kepada ummat dan berjihad dijalanNya hingga akhir hayat. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada beliau, berikut para keluarga, shahabat dan pengikutnya yang setia.

Dalam pertemuan ini, kami akan membahas suatu masalah yang kami anggap sangat penting bagi kita umat Islam, yaitu masalah Qadha’ dan Qadar. Mudah-mudahan Allah Ta’ala membukakan pintu karunia dan rahmatNya bagi kita, menjadikan kita termasuk para pembimbing yang mengikuti jalan kebenaran dan para pembina yang membawa pembaharuan.

Tawakkal kepada ALLAH Ta'ala dan Keutamaannya (I)

Penulis : Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy
Kategori : Aqidah
Tawakkal kepada ALLAH Ta'ala dan Keutamaannya (I)

Allah berfirman, yang artinya :

"Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal". (Ali Imran: 122)

"Dan, barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya". (Ath-Thalaq: 33)

Di dalam hadits diriwayatkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebutkan bahwa di antara umatnya ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Kemudian beliau bersabda,

"Yaitu mereka yang tidak membual, tidak mencuri, tidak membuat ramalan yang buruk-buruk dan kepada Rabb mereka bertawakal". (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)

PERILAKU ORANG-ORANG YANG BERTAWAKAL


Penulis : Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy
Kategori : Aqidah
Tawakkal kepada ALLAH Ta'ala dan Keutamaannya (II)

PERILAKU ORANG-ORANG YANG BERTAWAKAL

Sebagian manusia ada yang beranggapan bahwa makna tawakal adalah tidak perlu berusaha dengan badan, tidak perlu mempertimbangkan dangan hati dan cukup menjatuhkan ke tanah seperti orang bodoh atau seperti daging yang diletakkan di atas papan pencincang. Tentu saja ini merupakan anggapan yang bodoh dan hal ini haram dalam syariat.

Syariat memuji orang-orang yang bertawakal. Pengaruh tawakal akan tampak dalam gerakan hamba dan usahanya untuk menggapai tujuan. Usaha hamba itu bisa berupa mendatangkan manfaat yang belum didapat seperti mencari penghidupan, ataupun menjaga apa yang sudah ada, seperti menyimpan. Usaha itu juga bisa untuk mengantisipasi bahaya yang datang, seperti menghindari serangan, atau bisa juga menyingkirkan bahaya yang sudah datang seperti berobat saat sakit. Aktivitas hamba tidak lepas dari empat gambaran berikut ini:

Peran Ilmu Dalam Kehidupan Sehari-hari


Penulis : Ustadz Zuhair Syarif
Kategori : Aqidah
Peran Ilmu Dalam Kehidupan Sehari-hari

           
Bumi tanpa cahaya matahari akan hampa dan kehidupan akan binasa. Begitulah ibarat hati manusia, tanpa cahaya ilmu hati akan sakit dan mati. Di dalam hati seorang yang sakit, terdapat dua kecintaan dan dua penyeru. Kecintaan terhadap syahwat-syahwat, mengutamakannya dan semangat untuk melampiaskannya. Terdapat hasad, sombong, bangga diri, suka popularitas dan suka membuat kerusakan di muka bumi dengan kekuasaannya.

Pelajaran berharga dari ‘Iedul Qurban


Penulis : Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsari
Kategori : Aqidah
Pelajaran berharga dari ‘Iedul Qurban

Meski baru saja ‘Iedul Adha atau ‘Iedul Qurban meninggalkan kita dan walau setahun kemudian kita akan bertemu dengannya lagi --Insya Allah--, ‘Iedul Qurban telah menyimpan pelajaran yang sangat berharga bagi kita dan kaum Muslimin di manapun berada, yang takkan pernah hilang dan lepas dari diri kita sekalipun dimakan rentang waktu.

Pelajaran berharga dari ‘Iedul Qurban


Penulis : Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsari
Kategori : Aqidah
Pelajaran berharga dari ‘Iedul Qurban

Meski baru saja ‘Iedul Adha atau ‘Iedul Qurban meninggalkan kita dan walau setahun kemudian kita akan bertemu dengannya lagi --Insya Allah--, ‘Iedul Qurban telah menyimpan pelajaran yang sangat berharga bagi kita dan kaum Muslimin di manapun berada, yang takkan pernah hilang dan lepas dari diri kita sekalipun dimakan rentang waktu.